Media Berbagi Berbagai Hal

Tips Move On dari Galau Putus Cinta

Galau, satu kata dengan lima huruf ini memang hal yang tak asing dan mungkin setiap orang pernah merasakannya. Yah, perasaan dengan pikiran tak menentu, kacau dan gelisah ini memang sering kali menghampiri setiap orang. Mulai dari yang muda, remaja hingga orang tua sekalipun. Terlebih lagi, buat para muda mudi dan remaja, perasaan galau akan terus mengiringinya saat mengalami putus cinta atau patah hati.. Kalau sudah galau karena patah hati, dunia seakan mau runtuh... (Duh, lebay deh... Hehe...)

Galau karena putus cinta atau patah hati adalah hal yang wajar dialami oleh setiap insan yang kasmaran. Namun, segalau apapun jangan sampai hal kamu melakukan hal-hal bodoh hingga merugikan diri sendiri. Saat kamu patah hati karena ditinggal kekasih, hampir bisa Diza pastikan kamu akan merasakan kehilangan yang mendalam. Seakan ada sesuatu yang telah hilang dalam hidup.  It's okay. But, it's not the end of your life.  Ingat, segalau apa pun kamu, dirimu sendiri adalah yanv yang terpenting. Kamu juga harus bisa mencintai dan menghargai dirimu sendiri. Percayalah dan yakinkan dirimu adalah orang yangbpantas untuk dicintai oleh orang lain, bukan hanya mantan kekasihmu....

Mengutip dari Liputan6.com, yang dilansir dari yourtango.com, Selasa (5/4/2016), berikut beberapa cara yang dapat membantu Anda untuk move on dengan cepat.

1. Sibukkan diri sendiri.
Ketika sibuk, orang akan cenderung lupa sejenak dengan beberapa hal. Untuk itu, lakukanlah hal yang paling kamu suka agar kamu bisa sejenak melupakan kegalauan yang kamu alami. Just do your favorite things...

2. Cari kegiatan di luar rumah.
Saat galau, sendirian di rumah adalah hal yang paling membuat galau semakin menjadi-jadi. Dalam posisi sendiri di rumah, kemungkinan besar kamu akan teringat sang mantan dan galau pun akan semakin menjadi. Untuk itu, melakukan aktivitas di luar rumah bisa jadi alternatif kamu buat ngilangin galau...

3. Melakukan olahraga.
Pernah dengar pepatah "Dalam jiwa yang sehat, terdapat jiwa yabg kuat." Ketika tubuh bugar, pikiran akan menjadi lebih fresh. Sekedar mengingat-ingat, pernahkah kamu mengalami rasa malas saat kamu sedang tidak fit? Tentu pikiran akan lebih mudah gelisah dan berpikiran hal yang aneh-aneh yang membuat makin malas melakukan sesuatu. Nah, kalau konsisi kamu sedang galau dan tidak fit, maka apa yang akan terjadi? Bayangkanlah... Mungkin hidupmu akan terasa lebih kacau...

4. Kelilingi diri Anda dengan segala hal yang positif (termasuk teman)
Pernah tahu kalimat berikut? “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

5. Hapus semua kontak dan (kurangi) interaksi dengan mantan kekasih Anda.
Cara ini bukan bertujuan untuk memutus silaturahmi. Meskipun kontak kamu hapus, jangan sampai menghapus jalinan silaturahmi. Kalau saran Diza pribadi, simpan saja kontak sang mantan di tempat lain (bukan di kontak HP). Jika suatu saat galau telah reda, kamu masih bisa berteman.. :-)

6. Bertemu dengan orang baru.
Makin banyak teman, makin banyak pula kesempatan kamu untuk memiliki pandangan-pandangan baru. Hal ini akan membuat kamu lebih kuat karena selain bisa sharing, kamu juga bisa mendapat calon-calon kekasih baru... Hehe... Minimal kamu akan mempelajari bagaimana bisa memahami orang lain, karena kamu tak sendirian di dunia ini.

7. Pelajari hal-hal baru.
Hal ini juga berkaifan dengan poin no 6. Dengan bertemu orang-orang baru, secara otomatis kamu akan mempelajari hal-hal baru dari mereka.

8. Kencan dengan seseorang yang baru.
Masih berhubungan dengan poin 6. Ketika kamu terbuka dan membuka hati untuk bertemu dengan orang-orang baru, kamu tentu akan memiliki banyak teman. Setidaknya, ketika kamu punya banyak teman, pasti diantara mereka ada yang menyukaimu dan kamu bisa mulai membuka hati untuknya. Tapi ingat, hubungan yang kamu jalani jagan dijadikan pelampiasan ya... Jangan menyakiti orang lain untuk menyembuhkan luka sendiri.

9. Fokus terhadap hal-hal yang positif.
Hal positif akan menghasilkan pikiran positif pula. Ketika kamu fokus dengan melakukan hal positif, kamu akan lebih terarah pada kebaikan dan ini akan membuatmu jadi orang yang lebih baik meskipun tanpa sang kekasih.. Right?

10. Syukurilah pengalaman masa lalu Anda.
Bersyukur adalah hal penting. Semua harus kamu syukuri. Termasuk putus cinta dari sang kekasih. Seperti yang Diza bilang sebelumnya, dunia gak akan runtuh karena kamu putus cinta. Malah sebaliknya, dengan kamu putus, kamu bisa menemukan orang yang lebih baik untuk mendampingimu kelak.

Itulah beberapa tips yang bisa Diza sarankan untuk kamu yang lagi galau karena putus cinta. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih telah mengunjungi dizashared.web.id

Berselisih dengan Pasangan, Apa yang Harus Dilakukan?

Dalam sebuah hubungan antar pasangan, lebih spesifik tentang hubungan suami istri, pertengkaran dan selisih paham adalah hal yang tak bisa dihindarkan. Lain kepala pasti lain pemikiran. Itulah salah satu hal yang mendasari sebuah percekcokan dalam rumah tangga.

Pernah gak sih kalian para pasutri ( pasangan suami istri ) mengalami percekcokan atau setidaknya salah paham? Tentu pernah, karena bagaimana pun mengatur dua kepala untuk selaras itu butuh perjuangan. Setidaknya ada saling pengertian yang harus diperjuangkan agar dua kepala tersebut tidak berbenturan. Kalau sudah berbenturan, otomatis emosi dan amarahlah yang muncul.

Tak perlu susah susah memilih contoh. Kita buat saja permisalan seorang istri menyukai warna hijau, sedangkan sang suami menyukai warna biru. Ini mungkin sepele, namun ini bisa menjadi malash besar di kemudian hari. Dalam memilih perabot rumah tangga saja, jika keduanya tidak saling mengerti dan mementingkan diri sendiri pasti akan ada percekcokan tentang warna yang akan mereka pilih untuk perabot rumahnya. Dalam hal ini, tentu harus ada kesepakatan antar keduanya. Jangan pakai ego masing-masing. That's the POINT!

Ego adalah hal yang perlu di kontrol. Bila ego telah berbicara, maka tak akan ada titik temu. Jangankan antar pasangan, antar teman saja bila hanya mementingkan ego sendiri, perdebatan berujung pertengkaran pun sangat mungkin terjadi.

Dalam menghadapi masalah rumah tangga, tentu ego akan menjadi hal penting yang harus dijaga. Bagaimana pun jika kita mementingkan ego, perselisihanlah yang akan terjadi. Harus ada PENGERTIAN! Jangan harap api akan padam jika dilawan dengan api. Lawanlah api dengan air. Dinginkan kepala dengan memberikan pengertian kepada pasangan dengan baik-baik dan lihatlah hasilnya. Semua yang dibicarakan dengan baik-baik tentu akan menghasilkan yang baik pula. Jangan pakai emosi tentunya... :)

Aku sudah memberikan pengertian, tapi dia tidak mau mengerti. Apa yang harus aku lakukan???

Mengalah. Hanya itu yang bisa Diza katakan. Pernah dengan pepatah "Mengalah bukan berarti kalah"? Yah, mengalah itu bukanlah hal yang buruk.  Saat kita mengalah, ungkapkan dengan baik dan tetap jangan pakai emosi. Percuma mengalah jika mengungkapkannya dengan emosi.
"Okay, aku mengalah! Lakukan sesukamu!"
Jika pasanganmu mengalah dengan nada seperti itu apa yang akan kamu lakukan? Tentu jika kamu tak pandai mengatur emosi, pertengkaran tak dapat dihindarkan. Makanya, gunakan kalimat yang baik saat kamu mengalah pada pasangan.

Aku terlalu sering mengalah pada pasangan. Aku capek kalo harus mengalah terus. So, apa yang harus aku lakukan???

Bicaralah. Ungkapkan uneg-unegmu. Eits, tapi jangan pakai nada tinggi ya... Percuma mengungkapkan jika berakhir dengan pertengkaran. Ungkapkan saat moment yang tepat dan dalam keadaan santai. Ajak pasangan ke tempat yang romantis, atau paling tidak di tempat yang nyaman untuk berdua ( misal di kamar, toh udah nikah. Hehehe ). Bicatakan dengan santai dan penuh kasih sayang. Api mana sih yang gak padam bila di siram dengan air...?

So, pada intinya tetap tenang dalam menghadapi pasangan. Jangan mudah terbawa emosi. Walaupun setiap orang punya ego, pasti ada titik kasih sayang dalam orang tersebut. Raihlah titik itu dan tumbuhkan kasih sayang yang lebih besar bersama pasanganmu.

Diza bukanlah orang bijak. Dalam rumah tangga yang Diza bina pun masih banyak titik lemah dan kekurangan. Kespurnaan hanya milik Allah. Jika sudah mentok menghadapi masalah, ingatlah Allah. Kembalilah padaNya, pasrahkan padaNya dan mintalah pertolonganNya...

See you next post..

Sakit Gigi atau Sakit Hati, Pilih Mana?

Pernah dengar lagu dangdut yang dinyanyikan Meggy Z? Itu tuh, yang judulnya "Sakit Gigi". Nih, sebagai pembuka, Diza kasikini h cuplikan lirik lagunya. Biar yag belum tahu jadi tahu. Monggo dismak..
...daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa...

Nah skarag udah tahu, kalo pengen denger lagunya, bisa download di situs atau blog tetangga ya..

Back to the topic, mengenai sakit gigi dan sakit hati, pilih mana? apakah lebih memilih sakit gigi daripada sakit hati seperti lagunya Meggy Z? Semuanya pasti memiliki jawaban masing masing. It's Okay...

Jujur saja alasan kenapa Diza bikin posting ini adalah karena saat ini Diza lagi Sakit Gigi. Disela-sela menahan rasa sakit gigi, jadi teringat lagunya om Meggy Z. Makanya judul postingnya agak freak. hehehe..

Kalau dibandingkan antara sakit gigi dan sakit hati, semuanya memiliki sakit yang jauh berbeda, makanya Meggy Z mengibaratkan lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Namun menurut Diza, keduanya memiliki kesamaan. Berikut Diza jabarkan.

Tidak enak makan!
Sakit gigi ataupun sakit hati sama-sama tidak membua nafsu makan. kalau sakit gigi, pasti makanan seenak apapun tidak akan seenak yang terbayangkan. Bagaimana tidak, saat orang sakit gigi, rahang dan hampir semua area mulut terasa cekot-cekot dan membuat enggan. Belum lagi kalau terlintas di bayangan saat makanan masuk mulut dan menyentuh gigi yang sakit. Urgh.. mending gak makan deh.. Sedangkan Sakit hati pasti bikin galau. jangan tidak enak makan, makanpun pasti ogah kalau pikiran melayang-layang memikirkan si doi. hehehe...

Tidak bisa tidur!
Diza sendiri yang saat ini sedang sakit gigi merasakan betapa tidak nyamannya tidur setiap malamnya. Rasa sakit yang seakan mencengkram rahang ini membuat mata pun tak bisa kompromi untuk bisa lelap dalam tidur. Rasa sakit sering kali mengganggu ketika muncul Gak enak banget deh. Sedangkan sakit hati, orang pasti susah tidur. mau merem keinget si doi. Melek pun teringat doi. Jadi gak enak deh.. Doi.. sedang apa kau disana? apakah kau memikirkanku juga yang tak bisa tidur karenamu? Gitu deh kira-kira. Hahahahaha... :D

Pikiran sumpek!
Sakit gigi memang tak henti hentinya membuat gigi nyut-nyutan. Bahkan kepala pun kadang tersa pusing memikirkan bagaimana cara menghilangkan rasa sakit yang terus menggerogoti mulut. Nah, kalau sakit hati, pikiran sumpek disebabkan karena mikirin si doi.. lagi lagi si doi.. tiada apapun tanpa terpaut si doi.. co cweeet.. hihihihi..

Haduuuhh... di pikir bagaimana pun, yang namanya sakit itu tidak enak. Diza sendiri sudah merasakan keduanya. Sakit gigi kini Diza alami, sakit hati pun telah dirasakan. Dan memang benar, keduanya adalah hal yang tidak enak dlm hidup ini ( namanya jg sakit, ya gak enak lah...hehe). Nah, kalo disuruh milih, Diza mending ga milih deh.. Diza kan gak mau sakit... Hehe...

Just share uneg-uneg... Jangan di ambil puzing posting ini.. Hehe... 

Stay read my blog ya...
Mitos dan Fakta Donor Darah

Mitos dan Fakta Donor Darah

dKunjungin - Donor darah merupakan hal yang mudah dijumpai di berbagai tempat, termasuk di tempat kerja. Yah, pagi ini di tempatku bekerja diadakan general check up dan donor darah untuk para karyawan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, general  check up dan donor darah ini dilakukan bertepatan dengan ulang tahun perusahaan dan inventory tengah tahun. Ups, maaf jadi bahas masalah kerjaan. hehehe...

Sesuai dengan intermezo yang agak nyeleneh dari judul, kali ini aku mencoba mengulas tentang MITOS dan FAKTA tentang donor darah yang sering kali membuat orang ragu untuk melakukan donor. OK, check this out!
Mitos#1 Donor Darah Bikin Gemuk ?
Tak sedikit orang yang mengurungkan niat untuk mendonorkan darahnya karena mitos yang mengatakan setelah donor darah tubuh akan menjadi gemuk. Secara teori, kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. Jadi, tidak ada kaitannya dengan donor darah.

Setelah mendonorkan darah memang biasa disediakan semangkuk bubur kacang hijau, mi atau telur rebus, dan segelas susu. Para pendonor memang disarankan untuk makan minimal empat jam setelah mendonorkan darah karena tubuh perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah. Jika ada yang bilang donor darah bikin gemuk, itu tidak benar. Kalau bersangkutan banyak makan setelah donor darah, ya wajar saja karena badan terasa lebih sehat sehingga nafsu makan meningkat,

Mitos#2 Membuat Badan Lemas
Sebenarnya proses donor darah hanya mengambil 250-500 cc darah. Jumlah tersebut tidak akan berpengaruh banyak karena tubuh kita memiliki persediaan darah hingga 5.000 cc. Tubuh memang bisa drop kalau setelah mendonorkan darah kita malas makan.

Mitos#3 Wanita Tidak Boleh Mendonorkan Darah
Pada dasarnya donor darah boleh dilakukan siapa saja, baik pria maupun wanita, sepanjang ia berbadan sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Pada wanita, memang ada keadaan tertentu yang membuatnya tidak boleh mendonorkan darah, seperti sedang hamil, menyusui, atau sedang menstruasi.

Mitos#4 Menimbulkan "kecanduan"
Sekalipun proses donor darah dilakukan secara rutin, hal ini tidak akan mengubah proses metabolisme atau jam biologis tubuh. Jadi, tidak benar kalau disebutkan donor darah akan membuat tubuh jadi ketagihan.Yang pasti donor darah membuat sehat,

Mitos#5 Orang Yang Takut Jarum Jangan Donor Darah
Sebenarnya untuk mengambil darah biasanya digunakan jarum berukuran besar tujuannya agar dalam proses pengambilan darah tidak terlalu lama. Karena jika lama, resiko infeksi meningkat. Sakit? Mungkin iya karena ambang rasa sakit masing-masing orang berbeda-beda. Normalnya sakit hanya terasa saat pertama kali lengan ditusuk jarum. Biasa proses pengambilan darah normal berlangsung 7-10 menit,bisa mencapai 1 jam jika pendonor merasa cemas.Bila takut ajaklah keluarga,teman,atau kerabat dekat anda. Bila didampingi mereka rasa takut cenderung berkurang. Apalagi bila mereka juga ikut mendonorkan darah.

Mitos#6 Orang Yang Gemuk Lebih Sehat dan Memiliki Banyak Darah Untuk Didonasikan
Salah. Kelebihan berat badan sebenarnya justru membuat orang menjadi kurang sehat. Mereka tidak memiliki lebih banyak darah hanya saja massa tubuh lainnya lebih banyak. Namun orang gemuk juga tetap dapat mendonor darah.

Mitos#7 Punya Penyakit Diabetes,Kolesterol,dan Tekanan Darah Tinggi Tidak Boleh Mendonor Darah
Penderita-penderita ini tetap dapat mendonor darah, sejauh syarat-syarat kesehatannya terpenuhi. Hanya saja pengguna insulin mungkin menjadi pengecualian. Orang dengan tekanan darah tinggi pun asal dalam batas yang ditentukan dalam syarat masih dapat mendonorkan darah. Obat-obat yang dikonsumsi untuk penyakit-penyakit tersebut umumnya juga tidak membuat anda ditolak sebagai pendonor.

Mitos#8 Darah Dapat Dibuat
Tidak,darah tidak dapat dibuat. Darah hanya bisa didapatkan melalui donor dari manusia. Untuk itu pendonor darah selalu dibutuhkan.

Mitos#9 Bisa Tertular Penyakit
Ada yang takut bila mendonorkan darah bisa terkena penyakit menular. Insyaallah ini tidak akan terjadi karena dalam bekerja PMI selalu mengikuti standar internasional (American Red Cross Blood Services). Petugas PMI juga dilatih terlebih dahulu dan jarum yang digunakan dipastikan steril dan sekali pakai. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa semua kegiatan donor darah dikerjakan oleh PMI hanya saja mungkin penyelenggara atau sponsor berbeda-beda. Namun petugasnya adalah petugas PMI

Mitos#10 Sedang Dalam Pengobatan Atau Habis Meminum Obat Tidak Boleh Mendonor
Pada hampir setiap kasus, konsumsi obat tidak membuat anda ditolak sebagai pendonor. Selama tubuh anda sehat dan kondisi badan anda dibawah kontrol kemungkinan besar anda tetap dapat mendonor darah.
Tak Adakah Celah Hatimu?

Tak Adakah Celah Hatimu?

Hello Pren, Sore ini aku rasanya sebel banget. Mulai dari pagi hingga sore ini hampir tak satu pun yang aku lakukan di hadapannya tidak bermakna. Setiap penjelasanku terasa tak berarti. Separah itukah hal yang telah membuatnya marah terhadapku? Apakah tak ada sedikitpun maaf bagiku??? Arrrggght...

Kejadian bermula ketika aku ingin menjemputnya. Yah, sejak malam Maulid Nabi Muhammad SAW, istriku memang meminta izin untuk merayakan di kampung halamannya. Sedangkan aku merayakan di kampung halamanku. Keputusan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad di beda tempat adalah karena siang harinya aku masih harus bekerja dan malamnya adalah perayaan Maulid. Aku pun mengantarnya pagi-pagi betul. Agar aku tak terlambat masuk kerja. Karena memang jarak tempatku bekerja dari kampung halaman istriku cukup jauh. Kami pun sepakat, aku akan menjemputnya besok harinya. Pas tanggal Merah. Libur kerja.

libur tanggal merah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, aku dengan sengaja tidak mengikuti kerja lembur yang ditawarkan atasan. Aku lebih memilih untuk menjemput istriku. Seperti biasa, aku sarapan pada jam layaknya hari kerja. Namun aku lebih santai dan menikmati sarapanku. Dalam benakku, aku ga perlu terburu-buru. Tak ada target jam untuk menjemput istriku.

Usai sarapan, aku nonton TV bersama adikku. Hanya sekedar melepas penat. Hingga akhirnya ibu dan nenekku membahas Kalender. Hampir tutup bulan tahun ini, kami tak memiliki kalender. Sehingga kami sulit menentukan apa-apa saja yang terjadwal. Itulah yang mereka bahas. Bahasan pun mengerucut pada salah seorang pakdeku yang memang bekerja di bidang percetakan sablon. Aku pun di tunjuk untuk "mampir" dan pulang membawa sisa kalenderberlebih yang ada di tempat pakde bekerja, rumahnya. Pikir punya pikir, aku pun setuju dengan pertimbangan, karena rumah istriku dan pakde searah.

Aku berangkat ke rumah pakde bersama adikku. Dalam benakku, ke rumah pakde cukup sebentar saja. Setelah ambil kalender yang sebelumnya kami "tanyakan" melalui SMS.Namun, keadaan berkata lain. Begitu sampai di rumah pakde, ternyata pakde tidak ada di rumah. Aku pun diminta menunggu. Bude dan anak berserta menantunya turut menemani disela waktuku menunggu. Hingga akhirnya pakde datang dan tanpa banyak basa-basi pakde menyiapkan kalender yang kami "tanyakan", sementara aku dan adik ngobrol bersama Kakak Keponakan (anak pakde) dan istrinya.

Tidak sesuai rencana, kalender yang hendak aku bawa terpaksa harus menunggu beberapa waktu lagi. Pak de dan keluarganya memintaku untuk berlama-lama. Karena kami memang sudah lama tidak mampir. Padahal, saat itu istriku usai menelpon dan menanyakan kapan aku menjemputnya. Aku dan adik pun didorong menuju meja makan. Kami pun tak bisa menolak setelah beberapa kalimat terlontar dari masing-masing anggota keluarga pakde.

Usai makan, aku kembali berbincang sejenak dan tak lama aku pun mengutarakan maksud untuk pulang.  Dan lagi-lagi aku tak mendapatkan izin untuk pulang. Setidaknya, tunggu sampai jam yang mereka tentukan. Kali ini aku mencoba berdalih, karena dari nada bicara istriku di telepon, nampaknya dia marah karena aku tak kunjung menjemputnya.

Kata demi kata aku lontarkan agar aku mendapatkan izin untuk pulang dan menjemput istriku. Agak lama bergelut kata, akhirnya aku pun bisa beranjak dari kediaman pakde. Walau pun sebelumnya pakde sempat mengungkapkan kekecewaannya. Namun, mau bagaimana lagi? Aku pun harus segfera bergegas menjemput istriku.

Tak berselang lama,aku pun sampai di kampung halaman, kediaman istriku. Begitu datang, tak seorang pun menemuiku. Aku memaklumi, karena aku datang di jam sholat Dhuhur. Aku hanya berdiam diluar. lalu nampak mertuaku muncul dan menunjukkan dimana istriku. Ternyata dia tertidur pulas dengan hp yang masih memainkan nada-nada merdu dengan iringan musik. Aku hanya diam dan melihatinya tertidur, sementara ibunya menginstruksikanku untuk membangunkannya. Namun aku tidak mau, karena aku tahu. Dia pasti capai menungguiku yang tak kunjung datang.

Cukup lama aku berdiam, agaknya ibu mertuaku kasihan terhadapku dan mulai membangunkan anaknya. Begitu bangun, dengan tanpa pikiran macam-macam, aku menelpon no HP istriku dengan niat menggodanya. Namun, tak sedikitpun ia merespon hpnya yang berteriak menandakan ada panggilan masuk. Aku pun berhenti menggodanya. Begitu ia membuka mata dengan jelas, aku tersenyum padanya. Namun, tak ada gurat senyum sedikitpun untukku. Aku mulai nelangsa.Aku tetap tersenyum dan berpikir positif terhada istriku. Mungkin dia masih begitu capai..

Tak lama kemudian, ia beranjak dari kursi panjang tempat ia duduk tertidur. Lagi-lagi raut muka tak mengenakkan menyapaku. Aku terdiam, lalu tertunduk. Nampaknya aku membuatnya kecewa berat, hingga kedatanganku pun tak membuatnya lantas senang. Sejak saat itu, aku hanya bungkap dan menjawab hanya beberapa patah kata dari apa yang disampaikan ibu bertuaku.

Masih tetap dan terus diam. Seakan kehadiranku tak ada artinya. Aku pun menghampiri istriku yang kala itu ada di kamarnya. Dia tampak termenung dengan sebal. Ada marah di raut mukanya. Begitu datang dan duduk di sampingnya, aku mengutarakan permintaan maafku. Tapi, "Gak Penting!" itulah kata yang terlontar darinya. Hatiku makin sedih. Perjuanganku ternyata dianggapnya gak penting. Dengan jawaban sesinis itu, aku pun tak lagi bisa berkata-kata. Aku rasa tiap kata yang aku ucapkan pun akan menjadi hal gak penting.

Dalam perjalanan  pulang, istriku tak sedikitpun melontarkan kata terhadapku. Ia hanya berbincang dengan adikku, itu pun hanya sesekali. Sampai saat ban belakang motorku bocor pun ia tak berkata sedikitpun. Begitu parahkah??? Hingga tak ada sedikitpun kata yang pantas terucap dari mulutnya untukku??

Sampai dirumah, Aku hanya diam.Aku tak ingin menunjukkan masalahku pada orang lain.
Back To Top